Kamis, 02 Desember 2010

Cinta Dalam Makna Kehidupan

Cinta adalah untuk dirasakan dan dinikmati, namun kita juga harus bisa mengetahui sebenarnya apa arti cinta yang sesungguhnya, jika kita belum penuh mengetahui arti dari cinta itu sendiri mungkin tidak dapat kita rasakan cinta yang sebenarnya. Oke….!! Sama kita bahas bahwa cinta adalah suatu anugrah yang telah di berikan kepada setiap mahkluk hidup khususnya manusia, karena manusia dapat mengungkapkan secara nyata.
Sebenarnya cinta itu timbul setelah kita memiliki rasa ingin untuk berpasangan dan ketika kita mencoba merasakan suatu sentuhan lembut dari wanita (Bagi pria) dan dari pria (Bagi wanita) maka kita akan mencari siapa dan bagaimana, namun perlu kita ketahui bahwa ketika kita masih belum mengetahui apa sebenarnya cinta, dan apa sebenarnya rasa sayang dan ketika itu kita belum pernah sekalipun merasakan belaian dari lawan jenis kita masing-masing, tentu sangat sulit sekali untuk merasakan dan mengartikan dari cinta itu sendiri, kenapa….?? Karena kita belum mengetahui sebenarnya apa yang kita rasakan, yang lebih kuat menimbulkan ketakutan dan gemetar, nah sebenanya disaat kita merasakan ketakutan dan keinginan saling beradu didalam diri kita itu baru kita menyentuh namanya rasa cinta, belum kita menikmati cinta, dan setelah berjalan beberapa waktu kemudian baru kita merasakan tidak ingin jauh, dan tidak ingin kehilangan, nah disini kita telah memasuki tahapan kedua dari perasaan cinta, namun baru masuk tahapan pertama dalam perasaan saling membutuhkan, jadi ketika pada tahapan ini kita memupuk dengan baik dan merasakan apa maknanya ketika kita takut akan kehilangan ini lah baru kita memasuki tahapan ketiga dari rasa cinta itu sendiri.
Sebelum rasa cinta dipudarkan dengan kebohongan dan pendustaan kita akan selalu merasakan cinta itu adalah suatu anugrah yang terindah dan kita akan menganggap pasangan yang pertama mencintai kita itu lah yang terbaik dan lebih dari segalanya, namun ketika kita mulai beranjak dari waktu yang singkat menuju ruang waktu yang lebih panjang dan kita sudah mulai terpengaruh dengan gerak desak dari himpitan lingkungan kita sendiri dan tanpa menyadari kita telah masuk dalam ruang waktu yang salah dalam pengkaitan cinta sejati, kita mulai membuka suatu masalah baru bahwa cinta itu adalah indah untuk dirasakan dan dari bentuk apapun, sehingga mulai muncul segi kebohongan untuk mengelabuhi dan bergerak kekiri untuk menghindari dari rasa cinta awal menuai rasa cinta baru sehingga kita mewarnai rasa cinta yang sebenarnya dalam diri kita, sehingga kita tidak lagi merasakan cinta yang sejati namun cinta ingin memiliki yang lebih, begitu terus berjalan sampai kita tidak dapat lagi melepaskan kegundahan kita dalam hidup mengarungi dunia cinta itu sendiri.
Dalam hal ini kita mencoba mencari criteria orang yang pantas kita cinta dengan keinginan kita sendiri, dan seandainya tidak lagi memenuhi persyaratan kita, maka kita tidak akan mengatakan bahwa itu adalah cinta kita. Sekarang dalam hal ini kita sudah mulai menetapkan suatu bentuk susunan atau elemen untuk menguak tabir cinta yang kita inginkan padalah jika kita berpegang teguh dengan satu nama cinta kita tidak akan pernah ingin merasakan cinta yang lain karena cinta yang kita dapat lebih dari cukup, justru semangkin kita mencari criteria cinta yang berbeda kita tidak akan pernah puas dan selalu berjalan dengan kebohongan terus menerus dan mencari terus mencari. Sehingga terkadang kita tidak menyadari apa sebenarnya yang telah kita lakukan adalah kerugian yang kita dambakan, bukan lagi ketulusan cinta yang seharusnya tertanam namun kemunafikan cinta yang telah teranam, sehingga ajang saling menyakiti hati antara satu sama lain mulai bertaburan di jalan kehidupan kita.
Seharusnya kita bertanya kembali bagaimana cara kita agar dapat menciptakan cinta yang sempurna dan tulus dari pasangan kita dan diri kita sendiri, sebenarnya komitmen dan kepercayaan diri kita terhadap pasangan kita dan diri kita sendiri, saling menjaga antara satu sama lain dan tidak terpengaruh oleh virus yang mulai masuk kegendang telinga kita sehingga membuat otak kita berfikir dan terfikir yang akhirnya akan menciptakan ketidak percayaan kita terhadap pasangan kita nah ini lah yang harus kita benahi kembali dalam diri kita sendiri. Jadi intinya adalah cara mengendalikan diri dan emosi kita dan menciptakan saling percaya maka akan tercipta lah yang namanya “CINTA SEJATI”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar